kenalkan namaku Evi Novitasari, aku punya teman masa kecil bernama Ahmad Riado
Diantoro. Taman Kanak-kanak awal kita bertemu. Bermain bersama,
belajar bersama dan saling bercerita bersama. Masa TK yang cukup cepat, waktu
demi waktu tak terasa. Kau dan aku berpisah, menapaki masa masa pra remaja.
Masa SD, SMP kita tak pernah bertemu. Aka slalu bertanya dalam hatui “dimana
teman yang pernah menemaniku saat masa TK”, aku yakin kau masih ada disini. Tak
lama kemudian setelah waktu SMA, bertaun-taun kita tak bertemu. Dengan tidak
sengaja aku bertemu denganmu ditempat yang tak terduga.
Ketika itu aku dan temanku yang bernama Mita pergi ke tempat pemandian yang dekat di sekitar tempat tinggalku, pertamanya Mita diajak salah satu temanku yang bernama Lana,tapi saat itu Mita malu, dan aku diminta untuk menemaninya.
Saat aku dan Mita tiba ditempat pemandian itu, Lana datang dan mengajak 2 orang temannya. Yang bikin aku terkejut salah satu teman Lana yang dia ajak adalah teman masa TKku.Awalnya aku bingung apa dia beneran teman yang ada di saat TK dulu. Aku dan kamu hanya bias tersipu malu dan bingung. Ketika aku dan mereka masuk kedalam, kita mencari tempat duduk yang nyaman. Dan kita duduk di sana, kita saling curhat dan ngobrol-ngobrol, berbagi cerita. Teman masa TKku itu malu mau ngajak ngobrol aku, tapi aku berusaha mencairkan suasana. Akhirnya aku yang ngajak ngobrol dia duluan, berani nggak berani sihJ setelah aku tanyak-tanyak nama dia, eh ternyata bener kalo dia adlah teman masa TK.ku dulu, seneng terharu smua perasaan campur jadi satu. Setelah kita udah lama ditempat pemandian itu tak terasa waktu udah sore. Aku dan mereka bergegas pulang.
Tapi aku dan dia tak sempat bertukar nomor hanphone, Tak lama kemudian setelah pertemuan singkat itu aku dan dia berusaha berkomunikasi.
Ketika itu aku dan temanku yang bernama Mita pergi ke tempat pemandian yang dekat di sekitar tempat tinggalku, pertamanya Mita diajak salah satu temanku yang bernama Lana,tapi saat itu Mita malu, dan aku diminta untuk menemaninya.
Saat aku dan Mita tiba ditempat pemandian itu, Lana datang dan mengajak 2 orang temannya. Yang bikin aku terkejut salah satu teman Lana yang dia ajak adalah teman masa TKku.Awalnya aku bingung apa dia beneran teman yang ada di saat TK dulu. Aku dan kamu hanya bias tersipu malu dan bingung. Ketika aku dan mereka masuk kedalam, kita mencari tempat duduk yang nyaman. Dan kita duduk di sana, kita saling curhat dan ngobrol-ngobrol, berbagi cerita. Teman masa TKku itu malu mau ngajak ngobrol aku, tapi aku berusaha mencairkan suasana. Akhirnya aku yang ngajak ngobrol dia duluan, berani nggak berani sihJ setelah aku tanyak-tanyak nama dia, eh ternyata bener kalo dia adlah teman masa TK.ku dulu, seneng terharu smua perasaan campur jadi satu. Setelah kita udah lama ditempat pemandian itu tak terasa waktu udah sore. Aku dan mereka bergegas pulang.
Tapi aku dan dia tak sempat bertukar nomor hanphone, Tak lama kemudian setelah pertemuan singkat itu aku dan dia berusaha berkomunikasi.
Sebulan setelah pertemuan tak terduga
itu, mulailah aku dan dia dekat. Hari demi hari kita lalui bersama, kamu yang
selalu temani aku saat aku sedih, temani aku saat aku bahagia dan sebaliknya.
Jujur saat itu aku nyaman didekat dia dan aku menyimpan rasa, rasa yang tak
seharusnya ada antara aku dan dia karena kita sudah saling berjanji kalau nggak
bakal ada rasa itu tapi, perasaanku berkata lain. Aku sayang sama dia. Akhirnya
aku berusaha untuk menghilangkan rasa itu. Mungkin dengan cara aku dekat sama
cowok lain, perasaan itu hilang, tapi nggak tau kenapa rasa ini makin ada.
Setelah aku kenal sama cowok itu, dan aku hanya bisa diam dengan perasaanku. Bohongi
semua rasayang ada. Aku selalu curhat ke dia kalau aku lagi deket sama cowok
lain. Tapi dia malah sedih dan sakit hati, ternyata perasaan kita sama,
sama-sama saling menyayangi. Nah waktu itu aku memulai semuanya dengan dia,
sesorang yang selama ini aku sayang. Aku senang akhirnya rasa ini tak sia-sia,
ku jalani hari-hariku dengannya. Saling berbagi rasa, ketawa dan bahagia bersama.
Sungguh berwarna hari-hariku dengannya, namun pada suatu saat, saat dimana aku
dan dia tak sejalan. Hari-hariku menjadi berubah, kita sering berantem hanya
karna aku kurang bias percaya sama dia. Tapi saat itu aku percaya kalau smua
ini hanya sebagai ujian buat hubungan kita. Aku dan dia berusaha saling percaya
tapi rasa percayaku sama dia kurang. Dia lelah hadapi semuanya, karena aku
kurang bisa percaya. Akhirnya dia memutuskan semuanya. Aku hanya bisa terdiam
mendengar kata-kata itu. Hilang semua masa-masa kita dulu. Tapi kan ku simpan
semua kenangan indah kita, mulai sekarang MOVE ON………….. :’)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar